Kalau guee kaya kenape luu orang pada ngiri No 2.
sinalizador
Mensagens 1 - 10 de 4953 - Fechar tudo
/groups/adfetch?adid=dbDJrBIAAACrRza6b6uSPz-OOaYFuNelxyxpo7bMRVgpn9ZMKisPfQ
Kalau guee kaya kenape luu orang pada ngiri No 2.  
O grupo para o qual está a enviar mensagens é um grupo Usenet. As mensagens enviadas para este grupo tornarão o seu endereço de email visível para qualquer pessoa na Internet.
A mensagem de resposta não foi enviada.
O envio da mensagem foi concluído com êxito
 
De:
Para:
Cc:
Dar seguimento para:
Adicionar Cc | Adicionar seguimento para | Editar assunto
Assunto:
Validação:
Para fins de validação, escreva os caracteres que vê na imagem abaixo ou os números que ouvir, clicando no ícone de acessibilidade. Escute e escreva os números que ouve
 
1.  Orang kaya & Korupsi  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 1 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: Orang kaya & Korupsi <korup...@hotmail.com>
Data: 1998/02/01
Assunto: Kalau guee kaya kenape luu orang pada ngiri No 2.

Received on Sun Feb  1 00:33:24 MET 1998
Indonesia Daily News Online

Date: Sat, 31 Jan 1998 18:34:43 +1100
From: aditj...@psychology.newcastle.edu.au (George J. Aditjondro)
Subject: Kekayaan Suharto (II)
To: apaka...@clark.net

Yayasan-yayasan Suharto:
cakupan, dampak,  dan pertanggungjawabannya (bagian II)
-------------------------------------------------------
George J. Aditjondro

Begitulah cerita seputar sapi-sapi Australia di Tapos, yang pantang
untuk
diungkapkan oleh pers Indonesia, kalau tidak ingin bernasib sama seperti

Heri Akhmadi dan Sawito Kartowibowo. Maka amanlah Suharto untuk
sering-sering menjamu tamu-tamunya di Tapos, termasuk "menegur" sekitar
30
juragan konglomerat keturunan Cina, untuk menyumbang sebagian sahamnya
kepada koperasi, tanggal 4 Maret 1990. Baru empat tahun kemudian,
Suharto
tiba-tiba menangkis apa yang dikatakannya tudingan berbagai pihak, bahwa

di ranch keluarga presiden itu ada barang-barang mewah seperti istana,
kolam renang, lapangan golf, bahkan helipad, Makanya ia mengundang para
pejabat lembaga-lembaga PBB di Jakarta ke Tapos, pada hari Sabtu di
akhir
bulan Oktober, untuk membuktikan bahwa di peternakan itu "tidak ada
apa-apanya"  (Warta Ekonomi , 7 Nov. 1994: 17).

Tampaknya sang presiden menganggap bahwa memiliki ranch seluas 600
hektar
di Pulau Jawa, di mana pada tahun 1983 sebanyak 54% keluarga tani hanya
memiliki 0,5 hektar tanah (Suhendar dan Kasim, 1996: 111), bukan
merupakan
kemewahan. Karuan saja bahwa anak bungsu sang presiden pun kemudian
mengganggap bahwa kebun buahnya yang seluas 260 hektar di tepi koridor
Cibubur-Cianjur, juga bukan suatu kemewahan.

Awal 1993, saham Mangadeg di pabrik semen Cilacap itu dibeli oleh Hashim

Djojohadikusumo dan iparnya, Titiek Prabowo. Kendati demikian,
saham-saham
Gunung Ngadeg Jaya yang tersisa, lewat usaha-usaha yang "halal", masih
cukup menumpuk rezeki Mangadeg. Laba bersih PT Kabelmetal tahun lalu
sudah
mencapai Rp 6 milyar. Dalam tahun yang sama, laba bersih PT Hotel Sahid
Jaya International sudah mencapai Rp 10,4 milyar. Ekspansi itu masih
jalan
terus, tak terpengaruh oleh krisis moneter di Indonesia. Terbukti bahwa
di
pertengahan Desember lalu, ke-24 hotel Sahid di Indonesia dan Arab
Saudi,
yang ditaksir bernilai 1 milyar dollar Australia, berhasil membangun
aliansi strategis dengan maskapai perhotelan AS, Park Plaza, dengan
langkah pertama merangkul hotel-hotel Kemayan di Australia.

Sementara itu masih ada sejumlah saham PT Pasopati dalam perusahaan
pelayaran PT Karana Lines berikut anak perusahaannya, PT Garsa Line yang

khusus bergerak di bidang angkutan kayu. Karana Lines ini, tergolong
perusahaan pelayaran top di Indonesia, dengan armada berbobot mati
21.539
ton (IEFR, 1997: 232, 524; Info-Bisnis , Edisi Khusus 1994: 82;
Australian
Financial Review , 17 Des. 1997).

Seperti halnya Mangadeg, Yayasan Kemusuk Somenggalan juga berurusan
dengan
hutan, namun bukan di negeri sendiri. Yayasan yang diketuai R.
Notosoewito
ini membawahi kelompok MUSA (Mitra Usaha Sejati Abadi) yang menguasai
150.000-Ha konsesi hutan di Surinam dan sedang berusaha memperlebar
sayap
ke Guyana dan Brazil ( Skephi dan IFAW, 1996).

Tiga besar pertama:

Dari semua yayasan itu, yang secara finansial paling kuat adalah trio
Yayasan Dakab, Dharmais, dan Supersemar, yang sering bergandeng-tangan
dalam penguasaan saham sejumlah perusahaan raksasa. Sedangkan dua
yayasan
milik keluarga Suharto yang juga cukup besar nilai sahamnya dalam
perusahaan-perusahaan raksasa dan juga sering bergandeng-tangan, adalah
Trikora dan Harapan Kita.

Berikut ini daftar perusahaan yang sahamnya ikut dimiliki trio Dakab,
Dharmais, dan Supersemar, sendiri-sendiri atau bersama-sama (Vatikiotis,

1990: 62;Warta Ekonomi , 29 Okt. 1990: 26-27; Forum Keadilan, 17 Juli
1995:  90-91;Swa, 30 Jan.-19 Febr. 1997: 16, 3-16 Juli 1997: 87; Suara
Independen , Sept. 1997):

Majalah Gatra
Bank Duta
Bank Windu Kentjana
Bank Umum Nasional (BUN)
Bank Bukopin
Bank Umum Tugu
Bank Muamalat Indonesia (BMI)
PT Multi Nitroma        Kimia
PT Indocement Tunggal Prakarsa
PT Nusantara Ampera Bakti (Nusamba)
PT Teh Nusamba
PT Gunung Madu Plantations
PT Gula Putih Mataram
PT Werkudara Sakti
PT Wahana Wirawan
Wisma Wirawan
PT Fendi Indah
PT Kabelindo Murni
PT Kalhold Utama
PT Kertas Kraft Aceh
PT Kiani Lestari
PT Kiani Murni
PT Sagatrade Murni

Itu baru daftar minimal. Sebab lewat PT Nusamba di bawah pimpinan Bob
Hasan, trio yayasan itu menguasai sejumlah saham dalam sekitar 140
perusahaan yang kekayaannya ditaksir sebesar US$ 5 milyar (Business Week
,
17 Febr. 1997: 16). Yang langsung dikelola Bob Hasan sekitar 30
perusahaan
yang bergerak di bidang perdagangan, kehutanan, perkebunan teh,
pertambangan, pabrik kertas kemasan, produk metal, dan panas bumi (Swa ,

30 Jan.-19 Febr. 1997: 24).

Kemudian, ada kongsi antara Bob Hasan dengan dua maskapai penerbangan
yang
dikuasai anak-anak Suharto. Dalam Sempati Airlines yang awalnya dikuasai

Yayasan Kartika Eka Paksi milik TNI/AD dan kini dikuasai Tommy, Nusamba
menguasai 20% saham. Sedangkan dalam Mandala Airlines yang awalnya
dikuasai Yayasan Dharma Putera Kostrad dan kini dikuasai Sigit, Nusamba
menguasai 45% saham (Indocommercial, No. 122, 26 Jan. 1995: 2; Swa , 30
Jan.-19 Febr.  1997: 24).

Termasuk dalam kelompok Nusamba pula adalah kelompok Tugu Pratama, hasil

pembelian 35% saham anak perusahaan Pertamina, Tugu Hong Kong, oleh
Nusamba. Sekarang, kelompok itu sudah mencakup 25 perusahaan, hasil
diversifikasi dan kongsi dengan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia
dan mancanegara. Kelompok ini memonopoli hampir seluruh asuransi ekspor
kayu lapis yang dikuasai Bob Hasan, asuransi bisnis pertambangan dan
penerbangan Pertamina, asuransi hotel-hotel kelompok Sahid, sebagian
asuransi Garuda, dan seluruh asuransi satelit-satelit Palapa yang
dikuasai
Bambang Trihatmojo. Bambang sendiri duduk dalam Dewan Komisaris Tugu
Jasatama Reasuransi Indonesia, anak perusahaan Tugu Pratama. Makanya tak

mengherankan kalau PT Tugu Pratama Indonesia, induk kelompok Tugu, tahun

1996 meraih laba bersih Rp 90 milyar (Rustam, 1996/1997: 172; Eksekutif,

Febr. 1994: 16-25;Swa, 30 Jan.-19 Febr. 1997: 23-24, 30, 36-40).

Belakangan ini, bendera Nusamba semakin berkibar setelah merebut 4,7%
saham PT Freeport Indonesia, Inc. serta 5 % saham PT Astra
International.
Jadi dapat dibayangkan keuntungan yang bakal mengalir ke kas ketiga
yayasan Suharto itu dari tambang tembaga-emas-perak terbesar di
Indonesia
bernilai US$ 3 milyar, serta dari kelompok otomotif terbesar di
Indonesia
yang kekayaannya bernilai US$ 5,2 milyar (IEFR, 1997: 254; Wall Street
Journal , 31 Jan. 1997; Swa, 30 Jan.-19 Febr. 1997: 15, 22; Business
Week
, 17 Febr.  1997: 16-17; Asiaweek , 7 Maret 1997: 54-56).

Selain Bank Umum Tugu (kelompok Tugu Pratama), Nusamba juga menguasai
empat bank swasta lain, yakni Bank Duta, Bank Umum Nasional (BUN), Bank
Umum Koperasi Indonesia (Bukopin), dan Bank Muamalat Indonesia (BMI).
Kiprah Bob Hasan di perbankan ini dimulai tahun 1989, ketika Bob Hasan
"dipercayai"  Suharto untuk mengambilalih pimpinan Bank Umum Koperasi
Indonesia (Bukopin)  dari kelompok Bustanil Arifin. Sesudah kelompok Bob

Hasan bercokol di Bukopin, tanggal 29 Juni 1993 diubahlah badan hukum
bank
itu dari koperasi menjadi perseroan terbatas (PT). Ini sempat menggugah
peringatan Wakil Presiden Tri Sutrisno, yang menghimbau agar PT baru itu

tidak meninggalkan prinsip-prinsip koperasi. Maklumlah, Bukopin
didirikan
tanggal 10 Juli 1970 oleh delapan induk koperasi -- termasuk Inkopad,
Inkopal, Inkopol, dan GKBI -- serta Yayasan Bulog. Yang terakhir ini
kemudian lebih berperan, karena Ketua Bulog, Bustanil Arifin, juga
merangkap sebagai Menteri Koperasi, dan karena itu diangkat menjadi
Presiden Komisaris Bukopin.

Peringatan Tri Sutrisno, yang juga digarisbawahi pakar koperasi, Thoby
Muthis, masuk akal. Sebab di bawah Muchtar Mandala, direktur baru anak
buah Bob Hasan, Bukopin sudah bergeser dari akar-akar koperasinya, dan
sangat bergantung pada Bulog, perusahaan keluarga KaBulog, Bustanil
Arifin, serta kelompok Salim. Ini terbukti dari surat Muchtar Mandala
tertanggal 28 Februari 1991 kepada Kepala Bulog yang bocor ke pers.
Dalam
surat itu Mandala minta pungutan Rp 1 untuk setiap kilogram padi yang
dijual Bulog dan didepositokan di Bukopin, dinaikkan. Selain itu, ia
juga
minta tolong Bustanil menghubungkan Bukopin dengan BPPC yang baru
berdirik.

Barangkali untuk membalas jasa Bukopin yang telah memberikan pinjaman Rp

18,5 milyar kepada PT Indocitra Finance, perusahaan leasing milik
keluarga
Arifin, Kabulog segera meneruskan surat itu kepada Gubernur Bank
Sentral,
Adrianus Mooy, dengan rekomendasinya sebagai Menteri Koperasi agar
permintaan Bukopin diluluskan. Tapi Mooy menolak, sehingga Arifin
kemudian
minta tolong Liem Sioe Liong menyuntikkan dana ke bank koperasi itu.
Liem
pun segera mendepositokan Rp 15 milyar ke rekeningnya di Bukopin.
Maklumlah, selain merupakan partner Christine Arifin, isteri Bustanil
Arifin dalam penggilingan gandum Bogasari, Liem juga telah memperoleh
berbagai fasilitas Bulog untuk kilang-kilang gula dan kedelenya.

Setelah Bob Hasan menggantikan Bustanil Arifin sebagai presiden
komisaris,
saham Nusamba ditingkatkan dari 6,08% menjadi 15,35%. Tak jelas berapa
laba bersih bank ini. Yang jelas, di tahun 1994, aset bank itu telah
mencapai Rp 1,7 trilun, 50% lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya.
Dari
seluruh aset Bukopin itu, Rp 1 trilyun lebih merupakan dana fihak ketiga

(Schwartz, 1991; Forum Keadilan , 19 Agustus 1993: 22; Info-Bank, April
1995; Swa, 30 Jan.-19 Febr. 1997: 16).

Dua tahun setelah mengambil-alih pimpinan Bukopin, Bob Hasan diminta
Suharto mengambilalih pimpinan Bank Umum Nasional (BUN), yang sebagian
besar sahamnya milik kelompok Ongko. Tak tanggung-tanggung, Yayasan
Dakab
bersama Dharmais mengambil-alih 50 % saham BUN. Laba bersih (sesudah
dipotong pajak) bank ini tahun 1997 mencapai Rp 66,73 milyar
(Vatikiotis,
1990: 62; IEFR, 1997: 380, 406;Swa, Okt. 1995: ...

mais informações »


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
2. WNI keturunan Himbauan nih!  
1.  PLREEF  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 1 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: plr...@aol.com (PLREEF)
Data: 1998/02/01
Assunto: 2. WNI keturunan Himbauan nih!

Waktu lalu saya baca di GATRA ada pembaca yang berkata di kota Medan banyak
rumah warga WNI ket Cina yang:
1. Memasang pagar tinggi
2. Memasang tanda AWAS ANJING GALAK
3. Selalu berprasangka kalau ada warga pri yang kerumah mereka
4. Tidak mau bergaul dengan warga pri
Saya yakin hal ini terjadi di banyak kota, bukan Medan saja.

Himbauan saya,
1.coba deh pagar di pendekin sedikit, untuk keamanan agar partisipasi di
siskamling atau ronda.
2. Ganti tanda Awas Anjing Galak dengan nomer rumah (kalo belum ada) supaya pak
pos tidak bingung nganterin pos anda.
3. Jangan selalu berprasangka ah, tidak baik.
4. Coba menyapa warga pri lebih dulu. Sekadar "selamat siang" atau "ibu mau
kepasar ya?" doesn't hurt you. Kalo dicuekin ya sudah yang penting kan niat
kita baik.

Ini sekedar himbauan praktis agar kita-kita bisa hidup bersama loh. Diterima
syukur kalo engga ya pantes anda itu dibenci teruuuussss.
Oh ya, asal tau aja, rumah saya pagarnya hanya setinggi dada, berjeruji lagi
(maksudnya tembus pandang). Seminggu sekali ikut ronda yang dikomandanin sama
pak Surip (Hansip keren di wilayah saya). Anjing ada dua, tapi sebesar kepalan
tangan namanya si Koneng dan si Peyot. Hampir beberapa bulan sekali saya
tuker-tukeran makanan sama tetangga-tetangga baik pri atau non pri.
Ngomong-ngomong dapet ketupat lebaran gratis asyik juga kan? Makanya jadi orang
bergaul dong.

Oke deh, minta pendapat saudara2 saya yang non pri atas usul saya ya?
Seperti biasa, comment yang baik akan ditanggapi, yang jelek ya dicuekin.
Salam,
Mike


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
2.  Zhuge Liang  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 1 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: "Zhuge Liang" <zhuge_li...@hotmail.com>
Data: 1998/02/01
Assunto: Re: 2. WNI keturunan Himbauan nih!

PLREEF wrote in message <19980201111901.GAA14...@ladder02.news.aol.com>...
>Waktu lalu saya baca di GATRA ada pembaca yang berkata di kota Medan banyak
>rumah warga WNI ket Cina yang:
>1. Memasang pagar tinggi
>2. Memasang tanda AWAS ANJING GALAK
>3. Selalu berprasangka kalau ada warga pri yang kerumah mereka
>4. Tidak mau bergaul dengan warga pri
>Saya yakin hal ini terjadi di banyak kota, bukan Medan saja.

>Himbauan saya,
>1.coba deh pagar di pendekin sedikit, untuk keamanan agar partisipasi di
>siskamling atau ronda.

Wah kalo masalah pagar mah di kompleks gua, pri dan non pri sama
tingginya...
malah pager gua baru diganti sesudah banyak karatnya (kopet tea), udah
reot sana-sini baru diganti...
dulu aslinya hanya setinggi perut... sekarang setinggi dada....
tetangga gua org pri pagernya malah lebih tinggi daripada pager gua...

>2. Ganti tanda Awas Anjing Galak dengan nomer rumah (kalo belum ada) supaya
> pakpos tidak bingung nganterin pos anda.

Mungkin tandanya harus diganti dengan "AWAS CINA GALAK" :)
(langsung diserbu massa kali)

>3. Jangan selalu berprasangka ah, tidak baik.

Sory, gua dan keluarga tidak pernah berprasangka thd pribumi yg datang....
cuman kudu rada ati-ati dikit, kalo org ngga kenal buat apa dibukain
pintu...
baik itu pri maupun non-pri... nanti malah maling yg masuk...
gua yakin loe pun sama... ngga pernah sembarangan thd org yg tak dikenal...

>4. Coba menyapa warga pri lebih dulu. Sekadar "selamat siang" atau "ibu mau
>kepasar ya?" doesn't hurt you. Kalo dicuekin ya sudah yang penting kan niat
>kita baik.

Ini mah manner, semua orang educated melakukannya....
kalo gua ketemu tetangga gua nyapa, selamat pagi oom, tante, dsb
kalo ketemu anaknya, ya senyum sambil menganggukkan kepala...
Itupun kalo ketemu....
Ngga perlu kan gua tiap pagi dateng ke rumahnya "met pagi oom"
Siang telepon ke kantornya "met siang oom"
malem ke rumahnya lagi "met malem oom"
Bisa dianggap gila... :)

Malah pas dia sekeluarga pergi vacation, gua dimintain jagain rumahnya...
pang liatin, katanya... apakah lampunya nyala ngga? Soalnya dia itu pinter
elektro jadi kalo malem hari nyala sorangan lampunya....

(walaupun ngga epek, soalnya kalo lampunya ngga nyala gimana ngebetulinnya?)

>Ini sekedar himbauan praktis agar kita-kita bisa hidup bersama loh.
Diterima
>syukur kalo engga ya pantes anda itu dibenci teruuuussss.

Jika ternyata setelah apa yg disarankan oleh anda telah dilakukan masih
dibenci, mungkin ada saran lain? (ini mah hanya nanya aja)

Kalau sudah mencoba bergaul ternyata memang dibenci terus, ya sudahlah...
tapi yg pasti tetangga gua itu (pri-muslim) ngga benci gua, gua ngga benci
dia, kami
hidup saling menghormati...

Pas 1 minggu setelah taun baru, dia nyalamin saya "Selamat Natal dan Tahun
Baru, Dik"...
Gua kaget beneran... soalnya gua baca di NG-NG, org Islam sudah dilarang
(oleh kiai-kiai mereka) menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada org Kristen
(entah
apa dosa org Kristen thd org Islam)...
(Gua ngga tau issue ini beneran atau hanya isapan jempol belaka)....

>Oh ya, asal tau aja, rumah saya pagarnya hanya setinggi dada, berjeruji
lagi
>(maksudnya tembus pandang). Seminggu sekali ikut ronda yang dikomandanin
sama
>pak Surip (Hansip keren di wilayah saya). Anjing ada dua, tapi sebesar
kepalan
>tangan namanya si Koneng dan si Peyot. Hampir beberapa bulan sekali saya
>tuker-tukeran makanan sama tetangga-tetangga baik pri atau non pri.
>Ngomong-ngomong dapet ketupat lebaran gratis asyik juga kan? Makanya jadi
orang
>bergaul dong.

wah lebaran ini tetangga gua ngga ngasih tuh... lupa kali... mungkin
krisis....
Padahal tiap Natal gua kirimin kue (pasti!)....
Kalo ada kue berlebih gua kirimin ke para tetangga (digilir)....

kalo siskamling emang sih gua belon ngelakuin....

Anjing gua ngga punya, malah gua kesel ke tetangga gua yg satu lagi (bukan
yg di atas),
dia itu suka ngasih makan ke kucing liar yg berkeliaran, jadi kucing-kucing
itu melanggan tetap ke rumahnya, terus mempir ke teras rumah gua...
ah sialan...
bukannya gua sebel kucing, cuman kutunya itu loh, biang penyakit...
semoga tetangga ini cepat pindah (hehehehe kejem amat!) :)

Apakah ini bisa dikatakan sudah bergaul?

Khong Beng


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
3.  Ninja Putih  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 2 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia, alt.culture.indonesia
De: Ninja Putih <ninja_pu...@yahoo.com>
Data: 1998/02/02
Assunto: Re: 2. WNI keturunan Himbauan nih!


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
4.  M. Alimin  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 2 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia, alt.culture.indonesia
De: "M. Alimin" <ping...@u.washington.edu>
Data: 1998/02/02
Assunto: Re: 2. WNI keturunan Himbauan nih!

Menurut saya, kesombongan dan over-acting ini sumbernya adalah kekayaan
mereka, bukan ras/etnik mereka.  Bukankah banyak anak2 dari keluarga2 yang
memiliki kekuasaan politik yang begitu sombong dan semaunya sendiri?
Sebabnya tak lain adalah kekayaan dan kekuasaan.

On 1 Feb 1998, it was written:


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
Kerusuhan Lagi  
1.  Oki  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 1 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: Oki <Mask...@aol.comNO-SPAM>
Data: 1998/02/01
Assunto: Re: Kerusuhan Lagi

Woody Lesmana wrote:

(snip)
> Napa luh kaga punya agama ? Di Indonesia lu musti punya agama.
> Kalu gini lu kaga pernah naek kelas donk waktu sekolah. Wong agama
> kalu nilai raportnya merah (dibawah 6) itu lu kaga bisa naek punya.

Kalo pas ulangan agama dia nyontek mulu biar dapet angka 8, gimana
hayo?? :)
--
@@@ Please remove: NOSPAM from my e-mail address @@@

    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
2.  Lizard  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 2 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: "Lizard" <k...@bdg.centrin.net.id>
Data: 1998/02/02
Assunto: Re: Kerusuhan Lagi

Pak Leo anda dapat info begitu dari mana sih, tolong donk disebutin.

penga...@NoSPAM-2333.eudoramail.com wrote in article
<6apl0e$1e...@orthanc.reference.com>...


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
Menyelamatkan Muslim Indonesia  
1.  rubenkh  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 1 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia, alt.culture.indonesia
De: "rubenkh" <ruben...@elp.tocata.fr>
Data: 1998/02/01
Assunto: Re: Menyelamatkan Muslim Indonesia

Wiseman wrote in message <34d356b...@news1.ibm.net>...
>Assalamu 'alaikum Wr. Wb,

                                        <deleted>

Wiseman, akan sia-sia saja mencari musuh yang datang nya dari
luar. Saya harap, suatu saat, kamu tidak lupa dan menyadari apa
yang saya tulis sekarang ini untuk kamu.

Ruben.


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
2.  Wijaya  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 2 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: "Wijaya" <wij...@cline.net>
Data: 1998/02/02
Assunto: Re: Menyelamatkan Muslim Indonesia

Muslim Bosnia mempercayai ajaran kasih Kristen, toh akhirnya 200 ribu orang
muslim mati dibantai oleh kristen Serbia, dan 50 ribu wanita muslim Bosnia
diperkosa.

Berikut  ini saya lampirkan ayat-ayat Bibel yang  menganjurkan perbuatan
keji
dan biadab yang saya kutip dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia:

I Samuel 15: 2
Beginilah firman  Tuhan semesta  alam: "Aku  akan
membalas apa  yang dilakukan  orang Amalek  kepada orang  Israel,
karena  orang  Amalek  menghalang-halangi  mereka,  ketika  orang
Israel pergi dari Mesir.  3 Jadi  pergilah sekarang,  kalahkanlah
orang Amalek, tumpaslah segala yang ada  pandanya, dan  janganlah
ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki  maupun
perempuan,  kanak-kanak  maupun  anak-anak  yang  menyusu,  lembu
maupun domba, unta maupun keledai."

      Ajaran  biadab macam  mana yang  mengajarkan manusia  untuk
membunuh anak-anak dan bayi kecuali Kristen? Ajaran biadab  macam
mana  yang  menyuruh  manusia  membunuh lembu,  domba, unta,  dan
keledai yang tidak berdosa? Jelas ajaran Kristen ini bertentangan
dengan  akal  sehat  dan  peri  kemanusiaan.  Jika dengan  ajaran
semacam  itu  orang-orang Kristen  yakin bisa  masuk surga,  saya
hanya  bisa  geleng-geleng  kepala.  Apakah  Tuhan  (Tuhan   yang
sejati), mau memperbolehkan pembunuh bayi masuk ke dalam surga?


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.
Cyber cafes in Jakarta: How much?  
1.  Ken Fisler  
Ver perfil   Traduzir para Traduzido (ver original)
 Mais opções 1 Fev 1998, 00:00
Grupos de notícias: soc.culture.indonesia
De: Ken Fisler <bc...@cleveland.freenet.edu>
Data: 1998/02/01
Assunto: Cyber cafes in Jakarta: How much?

I've heard that there are a few cybercafes in Jakarta.  How do they charge (by the hour
or by the minute or ...)?  And how much do they cost?

Berkat semua, (i.e., "Thanks to everyone," --trying to learn Bahasa Indonesia)
Ken

--

-------------------------------------------------------------
Ken Fisler: bc...@Cleveland.Freenet.Edu
Do it better with Linux.  
Do Linux better with the Cleveland Linux Users Group.
C.L.U.G. info at http://cleveland.lug.net
-------------------------------------------------------------


    Reencaminhar  
Tem de Iniciar sessão antes de poder enviar mensagens.
Para enviar uma mensagem, é necessário primeiro aderir a este grupo.
Actualize a alcunha na página de definições da subscrição antes de enviar mensagens.
Não tem a permissão necessária para enviar mensagens.

Criar um grupo - Grupos Google - Página inicial Google - Termos de serviço - Política de privacidade
©2010 Google